Total Tayangan Halaman

Sabtu, 05 November 2011

Otonomi Khusus Papua dan NKRI


 Otonomi Khusus Papua dan NKRI
Oleh : Dhimas Avian Mahaztra
NIM : 1111004007



       Kongres ke 3 rakyat papua nampak menjadi klimaks emosi rakyat papua yang tak kunjung mendapatkan keadilan dari pemerintah pusat di Jakarta. Selain itu konflik bersenjata di Papua terus berlanjut akibat ketidakadilan yang terjadi serta pemogokan karyawan PT Freeport Indonesia yang mengelola pertambangan emas dan tembaga di tembagapura, Timika. Konflik papua merupakan konfik yang telah lama terjadi dan menjadi duri dalam daging. Latar belakang dari konflik dimulai ketika Papua diserahkan kepada Indonesia pada bulan Mei 1963 dan disusul Papera yaitu Penentuan Pendapat Rakyat Papua pada tahun 1969 menjadi salah satu propinsi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun setelah bergabung ke NKRI rakyat Papua merasa di marginalkan sebagai bangsa indonesia. Bukanya mereka merasa lebih bebas namun sebaliknya merasa lebih terkekang seperti masa penjajahan.Bahkan ada tokoh Papua yang mengatakan “ Bergabungnya Papua Ke Indonesia itu hanya perpindahan kekuasaan dari kulit putih (belanda) ke kulit coklat (indonesia)”. Pernyatan tersebut dapat dibenarkan karena selama bergabung di Indonesia rakyat Papua belum menikmati kesejahteraan bahkan kemiskinan dipapua sebesar 30 % dan 50 % penduduknya buta huruf. Sungguh ironis memang di tanah yang samgat kaya tapi penduduknya miskin dan masih keterbelakangan. Selama 32 tahun pemerintahan Orde Baru menjadikan tanah airnya bagaikan neraka bagi masyarakat Papua. Pemerintah melakukan genosida atas dalih pemberontak OPM, mengeksploitasi SDA Papua tapi hanya dinikmati oleh elite di jakarta dan pembalakan liar di hutan papua yang merupakan pemilik kayu merbau terbesar. Lebih parahnya eksplorasi besar besaran terhadap Sumber Daya Alam papua tidak dirasakan rakyat papua justru malah mereka menjadi korban bencana alam akibat eksploitasi berlebihan.
    Setelah Berakhirnya pemerintahan Orde Baru menjadi angin segar bagi rakyat papua untuk manata masa depannya. Adanya Otonomi khusus bagi papua dari pemerintah pusat.  Otonomi khusus merupakan kewenangan khusus yang diakui dan diberikan kepada propinsi papua. Dalam rangka penyelenggaraan otonomi khusus papua maka dibentuk Majelis Rakyat Papua yang bertugas memberikan pertimbangan khusus terhadap bakal calon gubernur dan wakilnya yang diusulkan oleh DPRP, memberikan pertimbangan dan rancangan perdasusyang diajukan oleh DPR Papua besama – sama gubernur. (sumber wikipedia). Memiliki otonomi khusus bukan berarti jaminan kesejahteraan bagi rakyat Papua. Muncul masalah baru yanitu besar dana yang digulirkan pemerintah pusat  dirasakan masyarakat papua diantanya adanya istilah baru yaitu “PANIPU” atau Papua Nipu Papua artinya sekarang elite dipapua justru menggunakan kesempatan otonomi khusus untuk kepentingan pribadi.

       Saatnya Pemerintah Pusat dan Daerah bersinergi untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Papua. Sesungguhnya rakyat papua merindukan keadilan, kesejahteraan dan perdamaian. Agar rakyat papua bangga menjadi bangsa indonesia yang menjunjung ttinggi persatuan didalam perbedaan. Yaitu :

1.    Hentikan Pelanggaran HAM di Papua
Pengamat politik Yudi Latif pernah mengatakan” bahwa untuk menyelesaikan masalah Papua dibutuhkan pendekatan soft power karena rakyat papua mengatakan bahwa mereka tidak butuh emas, da kekayaan lainnya mereka hanya butuh kedamaian” padahal yang terjadi TNI terus menerus memburu OPM yang masuk ke lingkungan penduduk sehingga konflik menjadi berkepanjangan antara OPM dan TNI menjadikan kedamaian menjadi sesuatu yang langka bagi rakyat papua.

2.    Pelaksanaan Otsus yang berkeadilan
Artinya pemberian dana otonomi khusus dipapua harus merata keseluruh rakyat papua agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Dana yang besar dari pusat harus diawasi pengguanaannya agar benar-benar bisa bermanfaat bagi masyarakat. Fokus dana pembangunan harus difokuskan untuk membangun infrastruktur fisik dan rohani agar papua bisa segera mengejar ketertinggalannya dengan daerah lain.

3.    Renegosiasi Kontrak Pertambangan Di Papua
Negosiasi ulang Penting dilakukan karena dari pertamangan tembaga dan emas terbesar di dunia,Tembaga Pura,Timika telah berlangsung selam 40 tahun dan diperpanjang lagi selama 40 tahun bisa dibayangkan berapa miliyar dolar yang dihasilkan dari perut papua. Indonesia hanya mendapat 1-3% tembaga dan 1% emas betapa rendah keuntungan rakyat papua. Ironisnya rakyat papua hanya menjadi penonton di tanah airnya sendiri. Sudah saatnya dilakukan kontrak karya ulang agar rakyat papua bisa merasakan manisnya glasberg yang merupakan gold minning terbesar di dunia.

4.    Melakukan Penyediaan Sarana Pendidikan
Sekitar 50 % penduduk papua merupakan buta huruf. Sungguh ironis memang karena Papua sudah 40 tahun bergabung di lndonesia lebih lagi selama itu kekayaan papua dieksploitasi besar-besaran. Namun kebodohanyang merajalela masih dibiarkan di Papua. Bahkan ada pengamat yang mengatakan “memang kebodohan dibiarkan di Papua agar mereka tidak mengetaui kekayaan alamnya yang sangat besar”. Sudah saat pemerintah membangun sekolah yang terintegrasi dari sekolah dasar hingga universitas yang berjumlah ribuan agar bisa dinikmati rakyat papua. Semoga pendidikan bisa membawa papua keluar dari kebodohan

5.    Pembangunan Infrastruktur di Papua
Menurut penelitian “ karena papua memiliki geografi yang berbukit-bukit menyebabkan banyaknya suku dan bahasa di Papua” . setelah bergabung dengan Indonesia  Wilayah Papua baru terhubung 50%. Ironis memang, daerah yang memiliki sumber daya alam berlimpah tetapi kondisi infrastruktur di papua sangat buruk. Ada beberapa hal yang menyebabkan lambanya pembangunan infrastruktur yaitu
1.    Mahalnya bahan bangunan
2.    Masih tradisionalnya masyarakat papua
3.    Kondisi geografis papua yang berbukit-bukit membuat pembuatan jalan dan jembatan menjadi sangat mahal.
Maka sudah seharusnya pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur untuk membuka papua dari keterasingan yaitu dengan membangun jalan trans papua yang menghubungkan tiga kota besar yaity manokwari/sorong – Timika – Jayapura, Pembangunan Insustri strategis di papua sepeti pabrik petrokimia semen dan pabrik baja untuk memudahkan investor berinvestasi di Papua, Melakukan Upgrade Pelabuhan Di Papua agar berkelas internasional untuk memudahkan masuknya barang dan jasa di papua, karena letak geografis papua yang berbukit-bukit maka dibutukan pembangunan banyak bandara untuk memudahkan kegiatan Penduduk maka dibutuhkan bandara di tiap Kota/ Kabupaten.

6.    Pembangunan Sarana Kesehatan di Papua
Papua merupakan daerah dengan kesadaran kesehatan paling rendah karena selain rakyatnya masih tradisional dan Papua merupakan pulau dengan penderita HIV/AIDS tertinggi dan pemilik kematian ibu tertinggi akibat melahirkan serta penderita malaria tertinggi di indonesia. Maka dibutuhkan Sarana kesehatan yang terintegerasi dari mulai distrik -kabupaten/kota – Ibukota Propinsi harus terhubung untuk memberikan pelayanan dan penyuluhan kesehatan secara gratis.

7.    Pembangunan Lumbung Pangan Di Papua
Peristiwa kelaparan di Yahukimo Papua harus menjadi suatu perhatian pemerintah akan kelaparan mengancam papua. Karena mayoritas rakyat papua sebagian besar memakan sagu maka dibutuhkan Industri agrobisnis sagu di papua serta pemberian modal bagi petani sagu serta peternakan dipapua agar berkembang. Memberikam keteahanan pangan bukan hanya papua tapi secara nasional

          Diatas telah dipaparkan apa yang dibutukan rakayat papua. Maka dibutuhkan kemampuan untuk mewujudkan kesejahteraan dan kedamaian bagi Papua. Agar Papua tidak berfikir untuk menentukan nasibnya sendiri dalam kemerdekaan karena pada dasarnya Papua dan NKRI merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.





Jumat, 04 November 2011

Krisis Identitas Nasional






 

Krisis Identitas Nasional
Dhimas Avian Mahaztra
NIM: 1111004007


        Di Era globalisasi sekarang ini membuat kita sebagai bangsa betanya-tanya, masih relevankah di era globalisasi kita bicara identitas nasional. Sekarang ini kita sering bertanya apa yang membedakan bangsa kita dengan bangsa yang lain. Identitas Nasional ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain. Artinya identitas nasional sebagai pembeda dan ciri khas bangsa kita yang semakin lama semakin hilang akibat proses globalisasi. Rasa persamaan nasib dijajah oleh belanda membuat kita ingin merdeka dan mebuat sebuah bangsa yang merdeka. Namun sebagai bangsa baru kita harus memiliki identitas nasional lalu munculah gagasan konsep Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua atau Unity in diversity. Mengapa kita mengambil konsep bhineka tunggal ika tersebut karena atas dasar sejarah . bansa indonesia didirikan bukan atas dasar agama, ras dan suku tetapi bangsa kita didirikan atas dasar persamaan nasib dan itulah yang membuat kita berbeda dengan bangsa lain. Sebagai bangsa yang majemuk kita diikat dalam satu kesatuan yang bernama negara kesatuan republik indonesia.

      Dilihat dari faktor geografis.Bangsa ini memiki sekitar 17.000 pulau berjajar dari sabang sampai merauke, dari miangas sampai pulau rote. Kita merupakan negara kepulauan terbesar didunia. Indonesia memiliki populasi sekitar 240 juta penduduk, merupakan jumlah penduduk nomer 4 terbesar didunia. Karena bentuk geografis indonesia yang berupa kepulauan hal itu membuat bahasa kita berbeda. Tapi hal itu tidak menjadikan kita berbeda namun hal itu membuat kita bersatu.  Negara kita terletak di jalur perdagangan dunia yaitu diantara 2 samudra samudra hindia dan  samudra pacifik,dua benua asia dan australia membuat negara kita menjadi rentan akan efek negatif globalisasi. Memahami dan memiliki wawasan kebhinekaan dan ke indonesiaan menjadi penting agar kita dapat menangkal efek negatif dari globalisasi.

    Selain faktor geografis, kita juga harus melihat  faktor sejarah lahirnya bangsa indonesia sebagai bangsa majemuk. Proses perjuangan melawan penjajahan memberikan pengalaman bagi bangsa indonesia yaitu nilai kebangsaan dan nasionalisme, membuat kita bersatu. Munculnya rasa kebangsaan ditandai oleh 2 hal yaitu pergerakan nasional pada tahun 1908 dan Sumpah Pemuda pada tahun 1928 yaitu menjadi motivasi bangsa indonesia untuk bersatu dan merdeka. Para pemuda dari seluruh indonesia berkumpul untuk menyatukan gagasan membentuk sebuah bangsa yang merdeka dalam sumpah pemuda. Hingga pada tanggal 17 agustus 1945 bangsa indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Setelah merdeka bangsa indonesia masih harus berjuang untuk meraih cita-citanya. Didalam pembukaan UUD 1945 dikatakan bahwa “ terbentuknya negara yang merdeka, bersatu ,berdaulat, adil dan makmur” untuk mewujudkan hal itu bangsa indonesia menetapkan dasar negara yang bernama pancasila. Pancasila lahir pada tanggal 1 juni 1945 bertepatan dengan  lahir Ir Soekarno sekaligus pencetus pancasilayang berisi :

1.    Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila diatas bermakna bahwa indoneia merupakan negara yang berketuhanan  bukan negara sekuler. Tapi yang membedakan indonesia dengan negara lain yaitu negara indonesia adalah negara yang majemuk tapi berketuhanan sehingga indonesia berbeda dengan negara lain.Indonesia membebaskan warga negara untuk berkeyakinan seperti tercantum pada UUD 1945 pasal 1 dan 2. Pada sila ini juga menggambarkan sikap toleransi bangsa indonesia . Indonesia yang mayoritas islam berbesar hati menerima pergantian pasal di piagam jakarta menjadi pasal yang lebih mewakili seluruh bangsa indonesia.

2.    Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap
Sila diatas jelas menggambarkan walaupun kita berbeda tapi prinsip kebersamaan dan kemanusiaan tetap harus menjadi prioritas. Sebagai bangsa yang memiliki jiwa sosial tinggi bangsa indonesia diharapkan  memiliki sikap tolong –menolong antar sesama manusia tanpa membeda-bedakan ras,suku dan agama.

3.    Persatuan Indonesia
Sebagai bangsa yang majemuk kita harus selalu mengutamakan persatuan. Bangsa indonesia harus mempertahankan toleransi dan rasa nasionalisme. Agar kita tidak terjebak dalam primodialisme didalam keindonesiaan. Dalam rangka menjaga persatuan indonesi diperlulamn sikap tolransi dan kita pupuk rasa solidaritas sebagai bangsa indonesia.

4.    Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanan oleh permusyawaratan perwakilan.
Menurut Ir Soekarno ” jikalau saya peras lima menjadi tiga dan tiga menjadi satu maka dapatlah satu perkataan Indonesia yang tulen yaitu gotong royong ” Sumber Buku Negara Paripurna hal.19. Untuk mengimplementasikan jadidiri bangsa indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi musyawarah mufakat  dan gotong royong maka dibentuklah Majelis Permusyawaratan Rakyak pada masa Orde Lama dan Orde baru misalnya memilih presiden melaui kesepakatan atau musyawarah mufakat anggota MPR RI. Konsep ini merupakan asli dari bangsa Indonesia buka merupakan penerapan paham-paham. Bangsa indonesia diharapkan memiliki sikap musyawah didalam mengambil keputusan .

5.    Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Menurut pandangan saya dari seluruh sila dalam pancasila hanya sila ini yang belum terwujud. Karena dalam semua hal masyarakatb indonesia belum mendapatkan haknya yang sama. Dalam hal hukum pun terlihat jelas bagaimana hukum hanya tajam kebawah dan tumpul jika keatas, artinya hukum di indonesia masih bisa dibeli oleh orang-orang berduit sebaliknya orang –orang lemah ditindas oleh hukum. Hal diatas membuktikan bahwa keadilan di Indonesia baru dimiliki sebagian orang belum merata di seluruh indonesia.

    Setelah menetapkan dasar negara oleh BPUPKI, dilanjutkan oleh  penetapan pemerintahan pertama dwi-tunggal soekarno-hatta. Pemerintahan  di Indonesia telah silih beganti hingga pada saat orde baru terjadi peristiwa besar terjadi kerika arus globalisasi masuk ke Indonesia mendorong bangsa indonesia menuntuk mundurnya kepemimpinan diktator  Soeharto.

   Menurut saya ada dua hal yang membuat lunturnya identitas nasional indonesia dalam pancasila yaitu arus reformasi dan globalisasi :

   Arus Reformasi karena setelah reformasi kita mengalami trauma terhadap penerapan pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan demokrasi membawa banyak hal-hal baru yang masuk ke indonesia mebuat luntur identitas kita  sebagai bangsa. Hal itu terlihat jelas pada budaya musyawarah mufakat kita yang  hilang. Akhir-akhir ini sering kita jumpai konflik antarwarga yang akibat warga lebuh memilih konflik untuk menyelesaikan masalah. Warga tampaknya telah melupakan identitas kita sebagai sebuah bangsa yang bertsatu dalam sebuah perbedaan. Maka dibutuhkan pendekaan musyawarah dalam kehidupan sehari-hari untuk mencagah konflik yang hanya memupuk permusuhan diantara kita sebagai bangsa indonesia sebagai bangsa yang majemuk.
     Arus globalisasi membuat negara kehilangan identitas. Hal itu juga yang membuat indonesia ciri khasnya sebaagi bangsa yang majemuk dan menjunjung tinggi musyawarah. Hal ini dibuktikan oleh munculnya budaya barat yang menjadi gaya hidup warga Indonesia yang tidak sesuai dengan dengan kepribadian bangsa indonesia dengan budaya timurnya. Kita sebagai bangsa indonesia seharusnya memperthankan Identitas Nasional sebagai pembeda kita dengan bangsa lain. Kita sebagai bangsa indonesia harus senantiasa melakukan filterisasi terhadap budaya asing menghilangkan yang buruk dan  mengambil hal yang baik dari globalisasi.

Minggu, 30 Oktober 2011

Transpotasi Kebanggan Jakarta



Transpotasi Masal Kebanggaan Jakarta



Gambar 1.1 Armada Pertama Busway
Bicara Busway ,pasti semua orang jakarta mengenalnya sebagai transpotasi masal pertama yang dimiliki jakarta. Diprakarsai oleh gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, memutuskan untuk membangun busway di jakarta karena permasalahan kemacetan menjadi penyebab utama dibangunnya busway  yang diberi nama Trans jakarta. Namun busway belum mampu memberikan solusi bagi kemacetan di Jakarta.
1.2 Busway melaju ditengah kemacetan jakarta
Setelah berumur 6 tahun busway sudah memiliki banyak koridor di jakarta untuk melayani warga jakarta. Namun setelah masyarakat mempercayakan traspotasinya kepada busway. Timbul banyak masalah didalam pengopersian busway yaitu:
1.    Banyak orang yang masuk ke Jalur Busway  akibat kemaceten di jakarta
2.   Buruknya kondisi armada busway akibat kurang terawat
3.   Pada kondisi puncak/ jam berangkat dab pulang kantor busway kekurangan armada
4.   Buruknya kondisi infrastruktur pendukung busway seperti halte dan jembatan penyebrangan tidak terawat
5.   Manajemen busway membiarkan kondisi overcapacity pada jam sibuk        

Gambar 1.3 Interior halte busway kurang terawat
Gambar 1.4 Halte Busway hanya dilengkapi sedikit tempat duduk
Gambar1.5 Kondisi Interior Busway kurang terawat
Gambar 1.6 Tiket Busway
Seharus pemerintah daerah selaku pemilik Busway memberikan sanksi terhadap Pengelola Busway. Agar busway senantiasa nyaman dan aman. Mampu member jawaban atas masalah kemacetan DKI jakarta. Karena Busway merupakan kebanggaan warga DKI Jakarta